Sehat Dan Segar Saat Berpuasa


Untuk menjalankan ibadah puasa memang membutuhkan stamina yang cukup. Jika tidak, puasa kali ini bisa gagal. Ingat, ada hubungan yang erat antara kesehatan anda dan puasa. Kalau anda sehat dan segar, maka puasa anda akan berjalan baik dan lancar. Jika tidak, yang terjadi adalah kebalikannya.

Apa yang mesti anda perbuat supaya puasa anda berhasil? Berikut ini  tips yang bisa anda ikuti untuk tetap sehat dan segar selama menjalankan ibadah puasa anda.
  1. Jangan lupa makan sahur. Makan sahur sangatlah penting untuk suplai tenaga selama menjalankan puasa seharian. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan gizi selama 14 jam. Sahur menjadi penting karena pada saat itu tubuh membutuhkan asupan gizi yang memadai sehingga sel-sel tubuh dapat bekerja dengan baik.
  2. Nikmati sahur dengan makanan kaya serat. Supaya Anda punya tenaga yang cukup untuk menjalankan puasa selama seharian, cobalah sahur dengan mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung vitamin A, B, C dan E. Hindari makanan yang manis karena Anda akan cepat lapar di siang hari. Makanan yang manis membuat tubuh dengan cepat melepaskan insulin (insulin berfungsi memasukkan gula ke sel-sel tubuh sebagai sumber energi), sedangkan serat akan memperlambat proses pencernaan dan pengeluaran insulin. Setelah makan sahur, jangan langsung tidur karena tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan.
  3. Minum air putih. Pada saat berbuka hingga menjelang imsak, minumlah air putih yang banyak. Pada saat menjalankan aktivitas, keringat yang keluar akan tetap banyak dan itu berarti cairan tubuh tidak mempunyai persediaan air yang cukup sehingga proses metabolisme terhambat, peredaran darah dan pencernaan menjadi kurang lancar. Oleh karena itu, usahakan untuk minum minimal delapan gelas air putih sebelum menjalani puasa esok hari.
  4. Tetap berolahraga. Sekalipun Anda tidak makan dan minum, Anda mesti tetap berolahraga karena aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran proses peredaran darah dan untuk membakar kalori. Prinsipnya, tubuh tetap bergerak supaya sel-sel tubuh bekerja secara lebih efisien.
  5. Berbukalah tepat pada waktunya. Tubuh sebaiknya segera diisi setelah seharian "kosong" dan energi tubuh harus segera dipulihkan. Tubuh membutuhkan asupan makanan yang memadai supaya sel-sel dan otot-otot kembali menjalankan fungsinya dengan baik.
  6. Berbukalah secara bertahap. Mulailah berbuka dengan minuman hangat dan manis. Jangan minum air dingin, minuman soda atau air es karena akan memperbanyak asam lambung sehingga pecernaan tidak berfungsi secara normal. Setelah itu, istirahatlah 1 jam sebelum menyantap hidangan “berat” agar lambung tidak bekerja terlalu berat.
  7. Mengendalikan emosi. Anda pasti tidak mau puasa Anda batal hanya karena persoalan kecil kan? Usahakanlah agar emosi Anda tertata baik setiap hari selama bulan Ramadhan. Jika emosi Anda tertata baik, maka Anda tidak akan mudah membatalkan puasa.

7 Tips Mengajarkan Anak Berpuasa


Bulan Ramadhan merupakan bulan spesial bagi umat Islam di dunia, dimana pada bulan tersebut semua umat Islam menjalankan ibadah berpuasa. Sebagai orang tua kita perlu melatih anak berpuasa sejak dini. Tumbuhkan kesadaran berpuasa dan ajarkan secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan puasa sejak dini, anak akan lebih mudah terbiasa dalam menjalani ibadah puasa tanpa merasakan puasa sebagai beban. Puasa bisa menjadi ibadah yang menyenangkan, bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual.

Bulan Ramadan adalah bulan yang sempurna untuk mengajarkan anak berbagai aspek kebaikan. Meski begitu, mengajarkan hal yang baik pada anak tentu tak akan mudah. Terutama mengajari mereka berpuasa. Anak-anak memerlukan waktu untuk berlatih berpuasa dengan baik.

Namun yang terbaik dan yang terpenting adalah memberi contoh yang baik dengan berpuasa dengan benar dan berperilaku sesuai dengan ajaran Al Qur'an dan Hadist. Bila anda memenuhi hal ini, Anda dapat dengan mudah dan mereka juga mudah menerimanya. Berikut adalah 7 tips yang dapat digunakan untuk megajarkan anak-anak untuk ikut berpuasa :
  1. Belajar sambil berlatih, pengetahuan tak akan bermanfaat saat tidak diikuti dengan perilaku. Begitu juga dengan puasa. Menerangkan berbagai macam cara puasa pada anak tak akan lengkap sebelum anda membiarkan mereka mencoba berpuasa. Biarkan anak mencoba menahan haus dan lapar semampu mereka. Sambil berlatih, mereka akan meningkatkan kemampuan untuk bisa berpuasa dengan sempurna.
  2. Libatkan emosi mereka, anak-anak sangat suka melakukan sesuatu yang berkaitan secara emosional dengan mereka. Ini membuat pengajaran melalui hal-hal yang mereka sukai, misalkan permainan atau gambar, akan lebih menarik perhatian mereka. Kita bisa mulai mengajarkan puasa dengan menceritakan kisah-kisah orang yang berpuasa, merayakan Idul Fitri, dan sebagainya.
  3. Beritahukan tujuan berpuasa, anak-anak seringkali bertanya-tanya: "Mengapa kita harus berpuasa?" atau berpikir "Puasa sepertinya tidak berguna." Sayangnya banyak orang tua yang tak bijak menanggapi pertanyaan dan pernyataan semacam ini.  Beritahukan bahwa tujuan berpuasa adalah untuk mematuhi perintah Allah SWT. Karena berpuasa merupakan kewajiban umat Islam, dan selama bulan Ramadan pahala yang didapatkan umat Islam akan berlipat ganda. Ini akan meningkatkan semangat mereka untuk berpuasa dengan alasan yang benar.
  4. Tekankan ide besarnya, aturan-aturan yang terlalu banyak kadang bisa membuat anak malas sebelum benar-benar memulai berpuasa. Beritahukan saja aturan pokoknya pada mereka. Mereka tak diperbolehkan makan, minum, dan marah. Meski beberapa anak kemungkinan akan makan secara diam-diam, tetapi jangan lantas menceramahinya panjang lebar karena hal ini. Alih-alih memberikan banyak aturan tambahan, katakan saja bahwa Allah SWT selalu mengawasi mereka. Dengan begitu, mereka yang akan menentukan sendiri bagaimana harus berperilaku. Ulangi ide dasar tersebut setiap hari sehingga mereka akan mengingatnya.
  5. Biarkan mereka menentukan, yang tak diketahui oleh orang tua adalah bahwa terkadang anak-anak melihat tanggung jawab dengan cara yang lebih serius dibanding orang dewasa. Karena itu, biarkan mereka yang menentukan. Beri mereka tanggung jawab dan tugas yang berkaitan dengan puasa. Misalkan membantu menyiapkan sahur atau makanan berbuka.
  6. Tunjukkan ketertarikan, anak-anak akan menjadi semakin antusias menyambut Ramadan jika mereka melihat orang tua mereka juga bergembira menyambutnya. Jadi, tunjukkan ketertarikan Anda menyambut Ramadan, dan bagaimana Anda akan menjalani Ramadan dengan penuh suka cita dan antusias. Mereka akan belajar menghadapi Ramadan dengan melihat perilaku orang tuanya. Terlihat antusias menyambut Ramadan juga bisa menjadi motivasi bagi anak untuk melakukan puasa.
  7. Gabungkan pembelajaran dengan kasih sayang, bagaimanapun hasilnya, ingatlah bahwa mereka masih anak-anak dan sedang belajar. Jadi, perlakukan mereka dengan penuh kasih sayang bagaimana pun mereka menjalani puasa mereka. Hargai usaha mereka untuk belajar berpuasa. Katakan bahwa anda bangga dan bahagia melihat mereka bisa berpuasa, meski misalkan saja hanya setengah hari. Ini akan membuat percaya diri Anda menjadi tinggi dan membuat mereka semakin bersemangat untuk memperbaiki puasa mereka.
Itulah tujuh langkah mudah untuk mengajarkan puasa pada anak Anda. Jangan cepat berputus asa ketika anak belum bisa berpuasa sebagaimana mestinya. Tetap latih anak Anda dengan bimbingan, kasih sayang dan kesabaran.